Suatu hari, beberapa tahun yang lalu, saya bersama teman saya makan di Tamani Cafe, Jl. Ir. H. Juanda, Bandung.
Saya memesan Chicken Cordon Bleu, menu favorit saya di cafe tersebut. Sambil asyik mengobrol, tangan kanan saya meraih botol sambal, membuka tutupnya, dan mulai menggoyang-goyangkannya, agar sambal yang ada dapat keluar.
Setelah digoyang agak lama, dan tak satupun tetes sambal yang muncul dari mulut botol tersebut, saya mulai berpikir bahwa botol sambal ini masih baru. Karena biasanya hal itu memang sering terjadi pada botol-botol sambal yang belum pernah digunakan sama sekali.
Tapi niat saya untuk menikmati makanan di piring saya dengan ditemani sambal, begitu kuat, maka saya mencoba menggoyangkan botol sambal tersebut sekali lagi.
Tidak sampai dua goyangan, tiba-tiba saya dihampiri oleh salah seorang pelayan.
“Bisa saya bantu, Bu ?” tanyanya ramah sambil tersenyum.
Kepala saya langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Sambil membalas tersenyum, saya menyodorkan botol tersebut, “Silakan.”
Tak lama, pelayan tersebut kembali ke meja saya, dan memberikan botol sambal tersebut kembali kepada saya.
Saya mencoba menggoyangkan kembali isi dari botol tersebut, dan kali ini….. BERHASIL !
Entah apa yang dilakukan sang pelayan di dapur cafe tersebut, tapi ketanggapannya kepada para customernya yang harus diacungi jempol. Bahkan, dia hanya melihat bahasa tubuh saya yang mengisyaratkan bahwa saya perlu bantuan dalam mengeluarkan isi botol tersebut, tanpa saya perlu untuk memanggil dia dan memintanya untuk membantu saya.
No comments:
Post a Comment